Kata orang, kalau ada kemauan selalu ada jalan.
Kata orang, banyak-banyak doa, pasti suatu hari nyangkut ke Big Boss diatas sana.
Lima tahun yang lalu ada mimpi yang bergantung dua senti - 5cm nya si Donny belum eksis nih - di depan dahi. Jidat.
Bergelantung di depan mata, biar setiap melek kelihatan jelas disana.
Muncul doa-doa yang berkumandang dimana-mana.
Di musholla sekolah, musholla rumah, musholla mall, sampai tempat yang ngakunya musholla tapi gak musholla banget.
Wise Man bilang Tuhan menjawab doa umatnya dengan tiga cara :
a. yes
b. yes, but not now
c. I had a better plan for you
Dua tahun lalu doa itu mental.
Ada yang bilang mental ke opsi kedua, dan sebagian besar bilang jawaban itu jatuh di opsi ketiga.
Saya maunya jatuh di opsi kedua.
Masih ada setahun untuk persiapan lagi, kata saya waktu itu. Masih ada waktu. Masih ada kesempatan. Harus ada kesempatan.
Lalu, masuklah dunia baru ini di depan muka saya. Yang awalnya oh-i-don't-care berubah jadi what-the-heck-was-that ?
Ada pencarian disini. Ada tekanan disini. Ada sikut sana-sini. Ada mimpi buruk. Ada pujian. Ada cacian. Ada kekaguman. Ada deadline. Ada ketidakmampuan disini.
Tapi tapi.. sepertinya kata beban nggak pernah ada.
Sebuah keluhan iya, tapi hanya sebatas itu.
Di dalam sini - tunjuk hati - bidang ini seakan sudah nempel dimana-mana sampai nggak bisa pindah ke yang lain.
Terlalu mengalihkan perhatian.
Terlalu banyak pertanyaan yang nggak bakal bisa ditinggalkan mengawang.
Dua bulan yang lalu, tiba-tiba saja datang jawaban dari impian semasa putih abu-abu dulu.
Ya. Sekarang. Langsung masuk. Nggak perlu antri di depan gerbang. Sudah ada kursi di tengah kelas.
Tapi yang di dalam ini menggeleng.
Lebih memilih menjadi si perusak daripada si penyembuh.
Kenapa ?
Kata Rene sih : Your passion is not what you're good at - it is what you enjoy the most
Saya harap saya bisa seyakin itu.
Doakan !
No comments:
Post a Comment