baru aja kelar namatin novel ketiga (apa ke empat ? lima ?) dari Ika Natassa.
antologi rasa. yang bahkan awalnya gak paham maksud dari judul buku ini.
well, alasan baca buku ini bukan gara-gara aku metropop atau chiklit holic bahkan aku bukan penggemar novel-novel sebangsa ini. alasan baca, jujur karena cuma novel-novel sejenis ini lah yang alur ceritanya gak usah mikir.
tapi, wih, ternyata pas baca metropop satu ini (setelah sebelum-sebelumnya baca metropop yang ringan abis), banyak banget hal yang bikin aku mikir.
mungkin aku nggak sebitchy Keara, cuman ada banget satu hal yang mirip antara aku sama dia.
wasting a time to fall in love with someone, who is fall in love with another woman.
Kalo Keara masih bisa flirt sana sini, aku cuma bisa duduk dan terhipnotis akan masa lalu.
trashy.
tapi memang, novel ini sedih banget. dengan khas si Ika Natassa untuk ngasih ending nggantung (seperti divortiare), aku terus bertanya-tanya.
udah, gitu aja ? trying to move on dengan ngasih harapan kosong ke your best buddy who fucked you when you're drunk ?
that's enough ?
really ? karena aku bener-bener gak mau kalo sampe akhirnya aku sendiri bakal kayak gitu.
mulai deh nyambung-nyambungin kisah hidup sama novel.
*exhales*
No comments:
Post a Comment