"Sayangnya saat ini kebanyakan dari kita adalah manusia mental konsumen, hanya menerima tanpa menghasilkan sesuatu sebagai timbal baliknya"
Jleb. Kata-kata mas Ayos, alumnus despro dan ITS Online, yang pagi tadi menjadi pembicara di IWX (Informatics Writings Experiments) yang diadakan di Teknik Informatika - bener-bener bikin saya keselek ludah sendiri.
Ngerasa pengetahuan banyak, baca sana-sini, selalu ikutan nimbrung di pembicaraan apapun yang (sekedar) tahu tagline-nya, ternyata nggak bikin saya lebih suatu apapun dari mereka. Ibaratnya saya cuma kabel telepon yang transfer pembicaraan dari satu mulut ke kuping orang lain. Yang kerasa banget sih, paginya pak bos di jurnalistik kampus baru ngingetin saya buat setor suatu quotes tentang media. Mirisnya, ngaku-ngaku anak jurnalistik yang serba tahu segala seluk beluk penulisan, tapi nulis pun jarang. Sekalinya nulis, ngerasa banget kalo format tulisannya laporan.
Terus mau kapan bisa nulis ?
Kalau boleh mengutip kata-katanya mas Agustinus Wibowo - yes people, tadi pembicaranya mas Agustinus, our favorite travel writer - "sembilan puluh persen draft adalah sampah"
Maksudnya, setiap orang akan selalu punya garis start untuk menulis. Tulisan awal pasti kebanyakan nggak akan jauh dari format laporan yang dimulai dengan kata-kata Matahari bersinar cerah (ini kata mas Agustinus), yang kemudian akan terus di re-write sampai akhirnya menghasilkan suatu karya yang layak baca. Korelasinya, jangan takut menulis. Semua pasti akan pernah nabrak tembok (ini kata mas Agustinus juga) sampai nanti akhirnya bisa menemukan jalan yang bebas hambatan.
Terus kapan mau nulis ?
Wah, pertanyaan ini jawabannya masih ngambang. Miris juga lihat blog yang nggak ketulis sesuatu apapun (blog lama) selama hampir sebulan. Sekali dibuka, crash semua templatenya. Berasa disindir sama google - jangan memulai sesuatu kalau merasa tidak bisa menyelesaikannya. Jadi proyek-belajar-nulis-yang-dimulai-dengan-ngeblog ini harusnya konsisten sampe nanti di akhir. Kata Mas Ayos, our generation grave will be google. Kalau nggak pernah nulis, apa yang bisa bikin orang percaya kalau kamu pernah berdiri di atas bumi ini ?
Apalagi sudah ditagih sama mas Agustinus di twitter juga :
Jadi, nulis yuk *reminder diri sendiri
No comments:
Post a Comment